Konsep Rezeki

Tidak dipungkiri bahwa manusia pasti akan mencari rezeki, yang halal tentunya. Hanya saja sebagian besar belum paham tentang konsep rezeki ini, sehingga kebanyakan justru hanya mendapatkan sedikit saja dari rezeki Tuhan yang berlimpah ruah ini. Berikut saya sampaikan konsep rezeki yang dikembangkan oleh dr. Sigit:

Suatu ketika, saya pernah datang kepada seorang guru dan bertanya …

“Guru, sebenarnya bagaimanakah konsep rezeki itu? Kenapa diluar sana banyak orang yang bekerja siang malam tapi rejekinya segitu-gitu saja, di sisi lain ada orang yang bekerjanya santai tapi uangnya banyak.”

Sang guru pun menjawab …

Pada dasarnya rejeki itu ibarat hujan yang turun dari langit. Begitu nyata dan jelas. Manusia hanya perlu menjemputnya saja.

Kenapa rejeki manusia itu berbeda?

Karena wadah mereka untuk menampung rejeki juga berbeda. Ada yang kecil, ada yang sedang, dan ada yang besar. Bahkan ada yang sangat besar.

Semakin besar wadah untuk menampung air hujan, maka air hujan yang kita dapatkan pun juga akan semakin besar.

Wadah rejeki mereka itu diibaratkan sebuah kotak dan rejeki itu ibaratkan hujan yang turun dari langit. Semakin besar kotak untuk menampung air hujan berarti rezekinya makin besar, karena mereka memiliki ILMU dan RASA SYUKUR serta IBADAH yang besar.

Nah, kotak itu ada 3 dimensi, yaitu PANJANG, LEBAR, dan TINGGI. Untuk memperbesar ukuran wadah tadi, maka ketiga dimensi itu juga harus dibesarkan, tidak hanya ditambah salah satunya saja.

PANJANG Kotak itu melambangkan USAHA/IKHTIAR dalam menjemput rejeki.

LEBAR Kotak itu melambangkan ILMU yang dimiliki oleh seseorang.

Sedangkan TINGGI melambangkan IBADAH dan RASA SYUKUR yang dimiliki seseorang.

Setelah tahu 3 dimensi itu, tentu Anda pun tahu bahwa kenapa diluar sana banyak orang yang bekerja siang malam tapi rejekinya segitu-gitu aja, di sisi lain ada orang yang bekerjanya santai tapi uangnya banyak.

REKOMENDASI

Mau mendapatkan cerita2 inspirasi seperti ini sekaligus mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari menuju kebebasan finansial? Silakan join secara gratis di Cerdas Finansial Online.

Follow by Email207
Facebook201
Twitter153
WhatsApp320

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *